Senin, 01 November 2010

perbedaan kurikulum thn 1984 dan 1994



BAB I
KURIKULUM


1.Pengertian kurikulum
         Kurikulum dalam arti sempit adalah: “Sejumlah mata pelajaran di sekolah atau mata kuliah di perguruan tinggi yang harus ditempuh untuk mencapai suatu ijazah atau tingkat“.Sedangkan menurut Oemar Hamalik, “Kurikilum adalah sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh oleh murid untuk memperoleh ijazah”.
         Dalam pendidikan formal kurikulum merupakan salah satu aspek yang penting dalam pengajaran, karena pengajaran berpangkal padanya.Dalam kurikulum terangkum pula pengajaran yang menentukan kemana dan bagaimana seorang anak didik diarahkan dalam perkembangan segenap potensinya.Kurikulum selalu menyangkut persoalan mengenai apa yang hendak diajarkan dan mengapa hal itu diajarkan, karena itu kurikulum tidak trlepas dari pengajaran.

A. KURIKULUM 1984
           Kurikulum 1984, proses pembelajaran menekankan pada pola pengajaran yang berorientasi pada teori belajar mengajar dengan kurang memperhatikan muatan (isi) pelajaran.Hal ini terjadi karena berkesesuaian suasana pendidikan di LPTK (lembaga pendidikan tenaga kependidikan) pun lebih mengutamakan teori tentang proses belajar mengajar.
 1.Keuntungan kurikulum 1984
§         Murid tidak terbebani oleh materi pelajaran.
§         Siswa aktif, kreatif, inovatif dan dapat memecahkan masalah.
§         Sosialisasi siswa terhadap lingkungan disekitarnya sangat bagus.

2.Kerugian kurikulum 1984
§         Memerlukan fasilitas yang lebih lengkap, untuk menunjang kreatifitas anak.
§         Hanya efektif pada kelas kecil (kelas dengan jumlah siswa ± max 30 siswa).

B. KURIKULUM 1994
     Selama dilaksanakannya kurikulum 1994 muncul beberapa permasalahan, terutama sebagai akibat dari kecenderungan kepada pendekatan penguasaan materi (content oriented), di antaranya sebagai berikut.
Ø      Beban belajar siswa terlalu berat karena banyaknya mata pelajaran dan banyaknya materi  setiap mata pelajaran.
Ø      Materi pelajaran dianggap kurang relevan dengan tingkat perkembangan berfikir siswa,dan kurang bermakna karena kurang terkait dengan aplikasi kehidupan sehari-hari.

1. Keuntungan kurikulum 1994
§         Dapat digunakan pada kelas dengan jumlah siswa yang besar.
§         Tidak mempersulit guru dalam mengimplementasikan kurikulum .
         2.  Kerugian kurikulum 1994
§         Siswa pasif
§         Murid terbebani oleh materi pelajaran.

C. CIRI-CIRI KURIKULUM
 1. Ciri-ciri kurikulum 1984:
Ø      Berorientasi kepada tujuan instruksional. Sebelum memilih atau menentukan bahan ajar,yang pertama harus dirumuskan adalah tujuan apa yang harus dicapai siswa.
Ø      Pendekatan pengajarannya berpusat pada anak didik melalui cara belajar siswa aktif (CBSA). CBSA adalah pendekatan pengajaran  yang memberikan kesempatan siswa untuk aktif secara fisik, mental, intelektual, dan emosional dengan harapan siswa memperoleh pengalaman belajar secara maksimal, baik dalam ranah kognitif, afektif, maupun psikomotor.
Ø      Materi pelajaran menggunakan pendekatan spiral.  Spiral adalah pendekatan  yang berdasarkan kedalaman dan keluasan materi pelajaran. Semakin tinggi kelas dan jenjang sekolah, semakin dalam dan luas materi pelajaran yang diberikan.
Ø      Menanamkan pengertian terlebih dahulu sebelum diberikan latihan. Siswa harus didasarkan kepada pengertian, baru kemudian diberikan latihan setelah mengerti. Alat peraga sebagai media digunakan untuk membantu siswa memahami konsep yang dipelajarinya.
Ø      Materi disajikan berdasarkan tingkat kesiapan atau kematangan siswa. Pemberian materi pelajaran berdasarkan tingkat kematangan mental siswa dan Penyajian pada jenjang sekolah dasar harus melalui pendekatan konkret, semikonkret,semiabstrak,dan abstrak dengan menggunakan pendekatan induktif dari contoh-contoh ke kesimpulan, dari sederhana menjadi ke kompleks.
Ø      Menggunakan pendekatan keterampilan proses. Keterampilan proses adalah pendekatan belajar mengajar yang memberi  tekanan kepada proses pembentukan keterampilan memperoleh pengetahuan dan mengkomunikasikan perolehannya. 
Contoh satuan pelajaran 1984

 SATUAN PELAJARAN
          
              Mata pelajaran : . . .
Kelas                   : . . .
Catur wulan       : . . .
Pertemuan        : . . .

I.                    Tujuan Instruksional umum 
II.                  Tujuan Instruksional khusus 
III.                Kegiatan belajar mengajar                                         
IV.                Metode pembelajaran  dan media pembelajaran
V.                  Evaluasi
VI.                Penilaian

 Penjelasannya:
I.                    Tujuan Instruksional umum adalah tujuan pembelajaran yang dapat dicapai secara umum.
Contoh: Siswa dapat menjumlahkan bilangan cacah dengan benar.
II.                  Tujuan Instruksional khusus adalah Tujuan pembelajaran dapat dicapa secara khusus oleh setiap individu/siswa,
Contoh: Siswa di harapkan dapat menjumlahkan bilangan dua angka.
III.                Kegiatan belajar mengajar adalah kegiatan yang dilakukan antara guru dan siswa di dalam kelas saat proses belajar sedang berlangsung. 
Contoh: Seorang guru yang sedang menerangkan pelajaran di depan kelas dan murid yang sedang mendengarkan serta memahami materi yang sedang disampainkan oleh guru.
IV.                Metode pembelajaran adalah metode yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar.
Contoh: Ceramah, diskusi, Tanya jawab, demonstrasi.
V.                  Media pembelajaran adalah Alat peraga yang digunakan dalam kegiatan belajar.
Contoh:   Peralatan yang terdapat di dalam Laboratorium kimia.
VI.                Evaluasi adalah Guru memberikan tes kepada siswa secara tertulis ataupun lisan yang tujuannya untuk mengukur kemampuan siswa dalam menangkap pelajaran yang diberikan.
VII.              Penilaian adalah Kegiatan pengumpulan informasi hasil belajar siswa untuk menetapkan apakah siswa telah menguasai kompetensi yang ditentukan oleh kurikulum.

 2. Ciri – ciri kurikulum 1994 :
Ø      Pembagian tahapan pembelajaeran di sekolah dengan system catur wulan satu.
Ø      Pembelajaran  di sekolah lebih menekankan materi  pembelajaran  yang cukup padat (berorientasi pada materi pelajaran/ isi ).
Ø      Guru hendak memilih dan menggunakan strategi yang melibatkan siswa aktif dalam belajar, baik secara mental,fisik dan social.
Ø      Pelajaran disesuaikan dengan kekhasan konsep/pokok bahasan dan perkembangan berfikir siswa, diharapkan pegajaran yang menekankan pada pemahaman konsep dan pengajaran yang menekankan keterampilan yang menyelesaikan soal dan pemecahan masalah.
Ø      Pengajaran dari hal yang konkrit ke hal yang abstrak , dari hal yang mudah ke hal yang sulit, dan dari hal yang sederhana ke hal yang kompleks.
Ø      Pengulangan-pengulangan materi yang dianggap sulit perlu dilakukan untuk pemantapan pemahaman siswa.

 Contoh satuan pelajaran 1994

SATUAN PELAJARAN

Mata pelajaran : . . .
Kelas                    : . . .
Catur wulan        : . . .
Pertemuan         : . . .

I.                    Standar kompetensi
II.                  Kemampuan dasar
III.                Indikator
IV.                Materi pembelajaran
V.                  Metode pembelajaran
VI.                Kegiatan belajar mengajar
VII.              Evaluasi
VIII.            Penilaian

 Penjelasan:
I.                    Standar kompetensi adalah standar yang menetapkan kompetensi ap yang diharapkan dapat dicapai siswa dalam setiap tingkatan kelas/jenjang tertentu agar memiliki kecakapan hidup sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.
II.                  Kemampuan dasar adalah Kehandalan kemampuan sesorang dapat melakukan sesuatu.
III.                Indikator adalah Tolak ukur keberhasilan materi yang diajarkan.
IV.                Materi pembelajaran adalah bahan ajar yang diberikan oleh guru kepada anak didiknya.
V.                  Metode pembelajaran adalah metode yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar.
VI.                Kegiatan belajar mengajar adalah kegiatan yang dilakukan antara guru dengan siswa di dalam kelas.
VII.              Evaluasi adalah Tes yang diberikan kepada siswa secara tertulis ataupun lisan yang tujuanya untuk mengukur kemampuan siswa dalam menangkap pelajaran yang diberikan.
VIII.            Penilaian adalah kegiatan kumpulan informasi hasil belajar siswa untuk menetapkan apakah siswa telah menguasai kompetensi yang ditetapkan oleh kurikulum.

 D. Kesimpulan:
        Berdasarkan penjelasan pada bab I dapat kita simpulkan bahwa kurikulum 1994 merupakan penyempurnaan dari kurikulum 1984, yang sebelumnya berbasis CBSA (cara belajar siswa aktif) berkembang menjadi kurikulum berbasis kompetensi yang membedakan yaitu pada kurikulum 1984 yang berbasis CBSA, siswa cenderung aktif, kreatif, inovatif.
Sedangkan pada kurikulum 1994 yang berbasis kompentensi siswa cenderung pasif.



BAB II
Pembelajaran Matematika di SLTP dan SMU

A.      Tujuan pembelajaran di SLTP
             Adapun tujuan umum pengajaran matematika di SMP dan MTs adalah :
·         Melatih  cara berfiir dan menalar dalam menarik kesimpulan, misalnya melalui kegiatan penyelidikan,  eksplorasi, eksperimen, menunjukkan kesamaan, perbedaan, konsisten, dan inkonsisten.
·         Mengembangkan aktifitas kreatif yang melibatkan imajinasi, intuisi, dan penemuan dengan mengembangkan pemikiran divergen, orisinil, rasa ingin tahu, memebuat prediksi dan dugaaan, serta mencoba-coba.
·         Mengembangkan  kemampuan memecahkan masalah.
·         Mengembangkan kemampuan menyampaikan informasi atau meng-komunikasikan  gagasan amtara lain melalui pembicaraan lisan, catatan, grafik, peta, diagram, dalam menjelaskan gagasan.

B. Tujuan pembelajaran di SMU
Adapun tujuan umum pengajaran matematika di SMU adalah :
·         Menerapkan pembelajaran matematika yang menarik
·         Mengetahui minat dan pandangan sisa terhadap matematika
·         Menerapkan metode pengajaran student center
·         Mengembangkan logika berpikir matematis, sistematis dan kritis
·         Mengembangkan pola pikir siswa
·         Mengembangkan problem solving
·         Mengembangkan kemampuan berkomunikasi siswa
·         Meningkatkan kemauan siswa belajar matematika

C. Prinsip pembelajaran
Para ahli telah menemukan teori-teori dan prinsip-prinsip belajar. Diantara prinsip-prinsip belajar yang penting berkenaan dengan :
·         Perhatian dan motivasi belajar siswa
·         Keaktifan belajar
·         Keterlibatan dalam belajar
·         Pengulangan belajar
·         Tantangan semangat belajar
·         Pemberian balikan dan penguatan belajar
·         Adanya perbedaan individual dalam perilaku belajar.

 D. Kesimpulan :
 Berdasarkan penjelasan di atas dapat kita simpukan bahwa, Perbedaan tujuan pembelajaran matematika pada tingkat SLTP dengan SMU ada pada penerapan belajar masing-masing sekolah.
Bila SLTP menerapkan pola berfikir menggunakan logika seperti melatih cara berfikir dan menalar dalam menarik kesimpulan melalui kegiatan seperti pentelidikan, eksplorasi, eksperimen dsb.
Maka pada tingkat SMU sudah mencapai tahap pengembangan pola fikir seperti mengembangkan logika berfikir matematis, sistematif, dan kritis.